Didi - 082274815151 didi.julfriansyah@gmail.com

Hyundai dan Audi sudah mengumumkan rencana kerjasama mereka untuk mengembangkan teknologi sel bahan bakar untuk mobil bertenaga hidrogen.

Melansir Autoexpress, Hyundai baru saja meluncurkan kendaraan listrik generasi kedua mereka, Nexo, sedangkan upaya Audi masih belum melampui tahap konsep.

Maka, dengan bergabung, kedua merek tersebut mengklaim akan ada manfaat biaya dan teknoogi, memangkas harga dan waktu pengembangan.

“Sel bahan bakar adalah bentuk penggerak listrik yang paling sistematis dan merupakan aset potensial dalam portofolio teknologi kami untuk mobilitas bebas emisi masa depan,” kata Anggota Dewan Pengembangan Teknis Audi, Peter Mertens.

Teknologi yang dikembangkan melalui kemitraan akan terbuka untuk stablemates VW Group, serta Kia milik Hyundai.

“Kami masih berada pada tahap yang sangat awal untuk pengembangan sel bahan bakar dan ada beberapa hal yang tak bisa kami selesaikan sendiri. Jika anda tak berbagi teknologi, Anda tidak akan bertahan,” ujar Hyundai’s Fuel Cell Vice-President, Kim Sae Hoon.

Hyundai berharap bahwa kemitraan baru ini akan meningkatkan minat di antara para pembuat kebijakan untuk meningkatkan jaringan pengisian bahan bakar hidrogen.

“Mendapatkan dukungan penuh dari VW group akan membuka jalan kami. Kami perlu menciptakan pasar yang lebih besar dan bekerjasama dengan Audi akan membantu kami untuk mewujudkan itu,” jelas Kim Sae Hoon