Didi - 082274815151 didi.julfriansyah@gmail.com

Jakarta, KOMPAS.com – Buat merek-merek bukan spesialis premium, model terlaris biasanya biasanya berasal dari segmen bawah dan menengah yang harganya terjangkau. Namun, kebiasan itu tidak terjadi pada Hyundai Mobil Indonesia (HMI) dalam dua tahun ke belakang.

Setelah Grand Avega dan i10 tidak sanggup lagi jadi tulang punggung penjualan, tongkat yang membantu Hyundai berdiri tegak adalah H-1. Menariknya, di antara seluruh model Hyundai, banderol H-1 termahal.

Status H-1 sebagai model terlaris sudah terjadi sejak 2016. Saat itu penjualannya (wholesales) 329 unit dari total 1.259 unit hasil Hyundai. Hal itu terulang lagi pada 2017, H-1 laku 323 unit dari total pencapaian Hyundai 1.250 unit.

“Secara harga bersaing lebih sehat. Lebih aman bersaing di sini,” ucap Hendrik, saat dihubungi KOMPAS.com, Senin (26/3/2018).

Pergerakan Hyundai ke segmen lebih premium juga atas alasan kompetisi terlalu sibuk di segmen bawah. Hendrik menjelaskan, produk Low Cost Green Car (LCGC) yang semakin banyak ikut bersaing dengan segmen city cardan hatchback atau dikatakan mobil-mobil berukuran kecil.

Persaingan semakin sulit sebab produk LCGC menawarkan fitur serupa -bahkan lebih misalnya kapasitas 7-penumpang-, namun harganya lebih murah. Menjalankan strategi baru bukan berarti membuat Hyundai berhenti menawarkan i10 atau i20, hanya saja gaya pemasarannya yang berbeda.