Didi - 082274815151 didi.julfriansyah@gmail.com

Jakarta – Akhir tahun 2018 lalu, tersiar kabar jika Hyundai Motor Corporation bakal bikin pabrik mobil di Indonesia. Namun kabar tersebut seolah tenggelam, karena pihak Hyundai Indonesia belum bisa memastikan.

“Kami masih koordinasi jadi belum bisa konfirmasi,” ujar Presiden Direktur PT Hyundai Mobil Indonesia Mukiat Sutikno, beberapa waktu lalu.

Namun kabar terbaru menyebutkan jika pabrik Hyundai siap memulai mendirikan konstruksi di pertengahan tahun 2019 ini.

Hal itu dikonfirmasi langsung oleh Ketua I Gaikindo Jongkie D Sugiarto, di UOB Plaza, Jakarta Pusat.

“Belum tahu lagi finalnya. Katanya (Hyundai) begitu, pertengahan tahun mulai konstruksi,” ujar Jongkie kepada wartawan.

Pabrik Hyundai sendiri dikabarkan bakal rampung pada 2020 nanti. “Iya makanya, itu yang diharapkan begitu,” terang Jongkie.

Meski juga menjabat sebagai Wakil Presiden Komisaris PT Hyundai Motor Indonesia, Jongkie sendiri mengaku tidak banyak mengetahui perkembangan pembangunan pabrik Hyundai di Indonesia.

“Ya mereka bilang mau invest. Kami bilang ya oke. Saya sendiri kurang tahu progressnya karena mereka yang menjalani sendiri. Saya juga nggak banyak terlibat di dalamnya,

Menurut informasi dari Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Kementerian Perindustrian Harjanto, Hyundai menyiapkan investasi yang cukup besar di Indonesia, totalnya sekitar USD 880 juta atau sekitar Rp 12 triliun untuk membangun pabrik.
Mobil Hyundai rakitan Indonesia direncanakan bakal lebih banyak yang mengapal ke berbagai negara di Asia Tenggara dan Australia daripada ke dalam negeri.

Di pabrik tersebut, dikabarkan Hyundai mampu mencetak sekitar 250.000 unit kendaraan tiap tahunnya. Dimana 53 persen akan dialokasikan untuk pasar ekspor dan 47 lainnya untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.